Jakarta, 27 Mei 2026 – Pertanyaan mengenai hukum berhubungan suami istri pada malam Idul Adha maupun selama hari tasyrik kembali ramai dibahas menjelang perayaan hari raya kurban. Banyak masyarakat ingin mengetahui apakah ada larangan khusus dalam ajaran Islam terkait hubungan suami istri pada waktu-waktu tersebut. Sejumlah ulama menjelaskan bahwa pada dasarnya hubungan suami istri merupakan hal yang halal dalam pernikahan dan tidak ada larangan khusus untuk melakukannya pada malam Iduladha maupun hari tasyrik. Hari tasyrik sendiri merupakan tiga hari setelah Iduladha yang digunakan umat Islam untuk memperbanyak zikir, makan, minum, dan bersyukur atas nikmat Allah. Karena itu, hubungan suami istri tetap diperbolehkan selama tidak dilakukan pada waktu yang memang dilarang menurut syariat.
Dalam penjelasan fikih Islam, larangan hubungan suami istri hanya berlaku pada kondisi tertentu seperti saat menjalankan ibadah puasa wajib di siang hari Ramadan, ketika sedang ihram haji atau umrah, serta dalam keadaan tertentu yang diatur syariat. Sementara pada malam Iduladha dan hari tasyrik, tidak terdapat dalil yang melarang pasangan suami istri untuk berhubungan badan. Para ulama menegaskan bahwa hubungan dalam pernikahan justru termasuk bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik dan sesuai tuntunan agama. Namun umat Islam tetap dianjurkan menjaga keseimbangan antara pemenuhan hak pasangan dan memperbanyak ibadah serta amalan pada hari-hari yang dimuliakan tersebut. Karena itu, tidak ada ketentuan khusus yang mengharamkan hubungan suami istri pada malam Iduladha maupun hari tasyrik.
Hari tasyrik sendiri memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena menjadi bagian dari rangkaian perayaan Iduladha. Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa hari-hari tasyrik merupakan waktu untuk makan, minum, dan mengingat Allah. Pada masa tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, zikir, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Meski demikian, aktivitas kehidupan rumah tangga tetap dapat berjalan normal selama tidak melanggar ketentuan agama. Pengamat kajian Islam menilai pertanyaan seperti ini sering muncul karena masyarakat ingin memastikan ibadah dan aktivitas pribadi tetap sesuai tuntunan syariat.
Di sisi lain, para ulama juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dan etika dalam kehidupan rumah tangga, termasuk dalam hubungan suami istri. Islam mengajarkan bahwa hubungan suami istri bukan sekadar kebutuhan biologis, tetapi juga bagian dari menjaga keharmonisan dan kasih sayang dalam keluarga. Karena itu, pasangan dianjurkan saling menghormati dan menjaga kenyamanan satu sama lain dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Selain memperbanyak ibadah ritual pada momen Iduladha, umat Islam juga diingatkan menjaga hubungan baik dalam keluarga sebagai bagian dari nilai-nilai keislaman. Keharmonisan rumah tangga sendiri dipandang sebagai salah satu bentuk nikmat yang patut disyukuri.
Penjelasan mengenai hukum hubungan suami istri di malam Iduladha dan hari tasyrik diharapkan dapat membantu masyarakat memahami ajaran Islam secara lebih tepat dan tidak terjebak pada informasi yang keliru. Banyak ulama menekankan pentingnya merujuk pada sumber keilmuan yang terpercaya ketika membahas persoalan ibadah maupun hukum keluarga dalam Islam. Di tengah maraknya informasi yang beredar di media sosial, pemahaman agama yang benar dinilai semakin penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Dengan penjelasan yang tepat, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah dan kehidupan rumah tangga secara seimbang sesuai tuntunan agama.






