Jakarta, 6 September 2026 – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pelaku industri hewan kesayangan di Indonesia untuk semakin memperhatikan keamanan, mutu, dan kesesuaian produk yang beredar di pasaran. Perkembangan jumlah pemilik hewan kesayangan dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong permintaan terhadap berbagai produk, mulai dari pakan, vitamin, produk perawatan hingga kebutuhan kesehatan hewan. Pertumbuhan pasar tersebut dinilai memberikan peluang ekonomi yang besar bagi industri nasional, tetapi pada saat yang sama harus diikuti dengan peningkatan tanggung jawab terhadap konsumen dan kesehatan hewan. Produk yang dipasarkan harus memenuhi persyaratan serta standar yang berlaku sehingga tidak menimbulkan risiko bagi hewan maupun pemiliknya. Pengawasan menjadi semakin penting karena konsumen kini mempunyai pilihan produk yang jauh lebih beragam, termasuk barang produksi dalam negeri dan produk impor. Pemerintah ingin perkembangan industri berjalan seiring dengan meningkatnya perlindungan terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan menilai keamanan produk harus ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama dalam pengembangan industri hewan kesayangan. Produk yang digunakan atau dikonsumsi hewan perlu memiliki komposisi dan kualitas yang sesuai dengan peruntukannya. Pelaku usaha juga perlu memberikan informasi yang jelas mengenai kandungan, cara penggunaan, penyimpanan, masa berlaku, serta berbagai keterangan lain yang dibutuhkan konsumen. Informasi tersebut penting karena penggunaan produk yang tidak sesuai dapat memberikan dampak berbeda terhadap setiap jenis maupun kondisi hewan. Pemilik hewan juga semakin kritis dalam memilih produk sehingga transparansi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pasar. Kementan mendorong produsen dan distributor menjadikan kepatuhan terhadap ketentuan sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis jangka panjang.
Perhatian terhadap aspek keamanan menjadi semakin relevan seiring pertumbuhan budaya memelihara hewan di masyarakat perkotaan maupun daerah. Kucing dan anjing menjadi kelompok hewan kesayangan yang memiliki ekosistem produk paling luas, tetapi perkembangan pasar juga terjadi untuk burung, ikan hias, kelinci, reptil, serta berbagai jenis hewan lainnya. Perubahan cara masyarakat memperlakukan hewan kesayangan turut mendorong peningkatan pengeluaran untuk makanan berkualitas, layanan kesehatan, perawatan, hingga perlengkapan khusus. Hewan tidak lagi sekadar dipelihara, tetapi dalam banyak keluarga telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memperoleh perhatian terhadap kesehatan dan nutrisinya. Kondisi tersebut membuat kualitas produk menjadi faktor yang semakin diperhitungkan sebelum konsumen melakukan pembelian. Peluang ekonomi yang muncul karena perubahan tersebut harus dimanfaatkan dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan.
Pakan menjadi salah satu kelompok produk yang mendapatkan perhatian karena dikonsumsi secara rutin dan mempunyai pengaruh langsung terhadap kesehatan hewan. Komposisi bahan baku, kandungan nutrisi, proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi perlu dikelola dengan baik untuk mempertahankan mutu produk sampai diterima konsumen. Produsen perlu memastikan bahan yang digunakan aman serta tidak mengandung unsur yang dapat membahayakan kesehatan hewan apabila diberikan sesuai petunjuk. Pencantuman informasi pada kemasan juga diperlukan agar pemilik dapat memilih produk berdasarkan jenis, usia, ukuran, maupun kebutuhan nutrisi hewan. Penggunaan pakan secara tepat dapat mendukung pertumbuhan, kondisi tubuh, dan kesehatan hewan dalam jangka panjang. Sebaliknya, produk yang tidak memenuhi standar atau digunakan secara keliru berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sehingga edukasi kepada konsumen perlu berjalan bersama pengawasan produk.
Selain pakan, perkembangan industri juga ditandai semakin banyaknya produk kesehatan dan perawatan hewan yang tersedia melalui toko konvensional maupun perdagangan elektronik. Kemudahan transaksi digital membuat konsumen dapat memperoleh produk dari berbagai daerah bahkan luar negeri dalam waktu relatif singkat. Kondisi tersebut memberikan keuntungan dari sisi pilihan, tetapi juga menghadirkan tantangan pengawasan yang lebih kompleks. Konsumen perlu memastikan produk kesehatan hewan memiliki informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan diperoleh melalui jalur distribusi yang sesuai. Penggunaan obat atau produk tertentu tanpa pengetahuan yang memadai juga perlu dihindari karena kondisi kesehatan setiap hewan dapat berbeda. Untuk kebutuhan medis, pemeriksaan dan rekomendasi tenaga profesional tetap menjadi langkah penting agar penanganan diberikan secara tepat.
Kementan juga mendorong pelaku usaha memperhatikan ketertelusuran produk dari proses produksi hingga distribusi. Ketertelusuran menjadi penting apabila ditemukan persoalan mutu sehingga produk yang bermasalah dapat segera diketahui asalnya dan ditangani secara cepat. Sistem tersebut sekaligus memberikan perlindungan kepada produsen yang telah menjalankan proses produksi sesuai standar karena setiap tahapan dapat dibuktikan dengan dokumentasi yang jelas. Dalam industri yang berkembang pesat, kepercayaan konsumen merupakan aset penting yang harus dipertahankan melalui konsistensi kualitas. Pelaku usaha tidak cukup hanya bersaing melalui harga, desain kemasan, atau promosi, tetapi juga harus menunjukkan bahwa produk aman dan memenuhi ketentuan. Penguatan standar pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing produk hewan kesayangan buatan Indonesia.
Pertumbuhan industri hewan kesayangan juga membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mengembangkan berbagai produk lokal. Pelaku UMKM dapat masuk melalui produksi makanan, camilan hewan, perlengkapan perawatan, aksesori, hingga berbagai layanan pendukung. Namun pertumbuhan jumlah pelaku usaha harus diikuti peningkatan pengetahuan mengenai persyaratan produksi dan keamanan produk. Skala usaha yang masih kecil tidak menghilangkan kewajiban untuk menjaga mutu barang yang diberikan kepada konsumen. Pendampingan dan edukasi diperlukan agar UMKM mampu memenuhi ketentuan sekaligus meningkatkan kapasitas produksinya. Dengan standar yang semakin baik, produk lokal berpeluang memperluas pasar dan bersaing dengan berbagai merek internasional yang telah lebih dahulu berkembang.
Dari sisi konsumen, peningkatan literasi mengenai produk hewan kesayangan menjadi bagian yang tidak kalah penting. Pemilik hewan perlu membiasakan diri membaca informasi pada kemasan sebelum membeli maupun menggunakan sebuah produk. Kondisi kemasan, masa kedaluwarsa, komposisi, petunjuk penggunaan, dan identitas produsen menjadi beberapa informasi yang perlu diperhatikan. Konsumen juga sebaiknya tidak mudah tergiur oleh klaim manfaat yang berlebihan apabila tidak disertai informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Apabila menemukan produk yang diduga bermasalah, masyarakat dapat menyampaikan laporan kepada instansi terkait sehingga dapat dilakukan pemeriksaan. Partisipasi konsumen membantu pemerintah dan industri menjaga kualitas produk yang beredar di pasar.
Pengembangan industri yang bertanggung jawab juga mempunyai hubungan erat dengan kesejahteraan hewan. Produk yang aman dan berkualitas membantu pemilik memenuhi kebutuhan nutrisi, kesehatan, kebersihan, serta kenyamanan hewan yang dipelihara. Pada saat yang sama, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai animal welfare mendorong industri menghasilkan produk yang semakin sesuai dengan kebutuhan biologis setiap jenis hewan. Tren tersebut membuka ruang bagi inovasi berbasis penelitian, mulai dari formulasi pakan hingga teknologi pemantauan kesehatan. Perguruan tinggi, dokter hewan, peneliti, pemerintah, dan dunia usaha mempunyai peluang memperkuat kolaborasi untuk menghasilkan inovasi yang aman serta memiliki nilai tambah. Jika ekosistem tersebut berkembang, Indonesia tidak hanya menjadi pasar produk hewan kesayangan, tetapi juga dapat memperkuat kapasitas industri domestiknya.
Kementan berharap pertumbuhan industri hewan kesayangan dapat berlangsung secara sehat dengan menempatkan keamanan produk sebagai kepentingan bersama antara pemerintah, produsen, distributor, tenaga kesehatan hewan, dan konsumen. Pengawasan akan terus dibutuhkan seiring bertambahnya jenis produk dan berkembangnya pola perdagangan melalui berbagai saluran. Pelaku usaha didorong meningkatkan kepatuhan, menjaga konsistensi mutu, dan memberikan informasi produk secara transparan kepada masyarakat. Konsumen pada saat yang sama perlu semakin selektif serta memahami kebutuhan hewan sebelum menentukan produk yang digunakan. Pertumbuhan pasar yang dibarengi standar keamanan tinggi akan memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kesehatan dan kesejahteraan hewan. Dengan pendekatan tersebut, industri hewan kesayangan nasional diharapkan berkembang menjadi sektor yang semakin profesional, inovatif, aman, dan berdaya saing.






