Jakarta, 29 Agustus 2026 – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong generasi muda di desa untuk berani menjadi pengusaha dan mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian daerah. Pesan tersebut disampaikan Yandri saat menghadiri Festival Duta Desa Gen Z yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas, gagasan, serta potensi yang dimiliki desa. Menurutnya, anak muda desa tidak harus selalu melihat kota sebagai tujuan utama untuk membangun masa depan. Desa justru memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif apabila dikelola dengan kreativitas, teknologi, dan semangat kewirausahaan.
Yandri menilai generasi Z memiliki keunggulan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. Kemampuan menggunakan media sosial, platform digital, serta berbagai teknologi pemasaran dapat membantu produk desa menjangkau konsumen yang lebih luas. Produk pertanian, perkebunan, kerajinan, kuliner, hingga jasa pariwisata desa memiliki peluang untuk dipasarkan tidak hanya kepada masyarakat sekitar, tetapi juga ke berbagai daerah bahkan pasar internasional. Karena itu, pemuda desa perlu didorong untuk melihat perkembangan teknologi sebagai peluang dalam menciptakan usaha baru sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Festival Duta Desa Gen Z menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan generasi muda dengan berbagai gagasan mengenai pembangunan desa. Kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan kreativitas anak muda, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui kegiatan semacam ini, pemerintah ingin membangun kepercayaan diri generasi muda agar berani mengambil peran dalam pembangunan di daerah asalnya. Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penerima program pembangunan, tetapi juga tampil sebagai pelaku yang mampu menciptakan inovasi serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.
Mendes juga menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap desa. Selama ini, desa kerap dipandang sebagai wilayah yang tertinggal dan memiliki keterbatasan dibandingkan perkotaan. Padahal, banyak desa memiliki sumber daya alam, budaya, produk unggulan, serta potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Jika dikelola secara profesional, potensi tersebut dapat menghasilkan nilai tambah sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan. Peran generasi muda diperlukan karena mereka memiliki kemampuan untuk mengemas potensi lokal dengan pendekatan yang lebih kreatif dan sesuai dengan perkembangan pasar.
Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan pemuda desa adalah pengembangan usaha berbasis Badan Usaha Milik Desa atau BUM Desa. Lembaga tersebut dapat menjadi wadah untuk mengelola berbagai potensi ekonomi yang dimiliki desa secara lebih terorganisasi. Pemuda dapat terlibat dalam pengembangan unit usaha, pemasaran produk, pengelolaan destinasi wisata, hingga pemanfaatan teknologi digital. Dengan keterlibatan generasi muda, BUM Desa diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan ekonomi secara konvensional, tetapi juga mampu menciptakan model usaha yang lebih inovatif dan memiliki daya saing.
Pengembangan kewirausahaan di desa juga perlu didukung dengan peningkatan keterampilan. Generasi muda tidak cukup hanya memiliki keberanian untuk memulai usaha, tetapi juga perlu memahami pengelolaan keuangan, pemasaran, produksi, pelayanan konsumen, serta pemanfaatan teknologi. Kemampuan tersebut akan membantu usaha yang dibangun memiliki fondasi yang lebih kuat dan tidak berhenti setelah memperoleh dukungan awal. Pemerintah diharapkan dapat terus menyediakan pelatihan, pendampingan, serta akses terhadap berbagai program pengembangan usaha agar pemuda desa memiliki bekal yang cukup untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Selain menciptakan usaha sendiri, pemuda desa juga dapat berperan dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya dan kearifan lokal. Setiap daerah memiliki karakteristik budaya yang berbeda dan dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan produk maupun jasa yang memiliki nilai jual. Kesenian tradisional, kuliner khas, kerajinan, hingga cerita sejarah suatu daerah dapat dikemas dengan pendekatan modern tanpa menghilangkan identitas aslinya. Kreativitas generasi muda dapat membantu membuat potensi tersebut lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas, terutama melalui berbagai platform digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurut Yandri, pembangunan desa juga harus memberikan ruang yang lebih besar kepada generasi muda untuk menyampaikan gagasan. Anak muda perlu dilibatkan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masa depan desa. Pelibatan tersebut dapat membuat berbagai program pembangunan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi munculnya inovasi. Pemerintah desa juga diharapkan tidak hanya melihat pemuda sebagai kelompok penerima program, tetapi sebagai mitra strategis yang memiliki kemampuan untuk membantu mengembangkan ekonomi dan menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka.
Kemandirian ekonomi desa juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Jika semakin banyak anak muda mampu membangun usaha di desa, ketergantungan terhadap lapangan kerja di perkotaan dapat dikurangi. Usaha yang berkembang juga berpotensi menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat membantu memperkuat perekonomian desa sekaligus mengurangi arus perpindahan penduduk usia produktif ke kota karena mereka memiliki kesempatan untuk membangun karier dan usaha di daerah asalnya.
Dorongan kepada Gen Z desa untuk menjadi pengusaha menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun desa yang lebih mandiri dan memiliki daya saing. Desa tidak hanya diharapkan menjadi penerima pembangunan, tetapi juga mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya. Dengan dukungan pemerintah, penguatan BUM Desa, peningkatan keterampilan, pemanfaatan teknologi, serta keberanian generasi muda dalam menciptakan inovasi, potensi tersebut dapat dikembangkan secara lebih maksimal. Festival Duta Desa Gen Z diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat tersebut sehingga semakin banyak pemuda yang berani membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi penggerak perubahan di desa masing-masing.






