Jakarta, 4 November 2026 – Aber Kawas mencatatkan sejarah baru dalam politik Amerika Serikat setelah memenangkan pemilihan anggota Senat Negara Bagian New York dari Distrik 12 pada 3 November 2026. Perempuan keturunan Palestina tersebut menjadi warga Palestina-Amerika pertama yang terpilih sebagai anggota legislatif Negara Bagian New York. Berdasarkan hasil penghitungan sementara, Kawas memperoleh sekitar 75 persen suara ketika 90 persen surat suara telah dihitung. Kemenangannya menjadi perhatian karena turut menandai pencapaian penting bagi keterwakilan perempuan Muslim berhijab dalam politik tingkat negara bagian. Jabatan yang diraihnya merupakan senator negara bagian, bukan anggota Senat federal Amerika Serikat di Washington.
Aber Kawas lahir dan dibesarkan di Brooklyn, New York, dari keluarga imigran Palestina yang menetap di Amerika Serikat pada dekade 1990-an. Kehidupan masa kecilnya banyak dipengaruhi pengalaman keluarga dalam menghadapi persoalan imigrasi dan perubahan sosial setelah serangan 11 September 2001. Ia pernah menceritakan bagaimana keluarganya menghadapi tekanan akibat kebijakan imigrasi yang semakin ketat. Salah satu pengalaman paling membekas adalah ketika ayahnya ditahan otoritas imigrasi Amerika Serikat sebelum akhirnya dideportasi. Peristiwa tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong Kawas memperjuangkan perlindungan hak imigran dan kelompok masyarakat rentan.
Sebelum terjun ke politik elektoral, Kawas telah aktif selama lebih dari 15 tahun sebagai pengorganisasi masyarakat. Aktivitasnya berfokus pada perlindungan pekerja, hak komunitas imigran, kebebasan sipil, dan perjuangan masyarakat Palestina. Ia juga pernah terlibat dalam kegiatan advokasi bersama organisasi yang bergerak di bidang hak asasi manusia dan keadilan sosial. Pengalaman tersebut membantunya membangun hubungan dengan berbagai komunitas di New York, terutama kelompok pekerja dan keluarga berpenghasilan rendah. Kiprahnya sebagai aktivis kemudian menjadi landasan ketika memutuskan mengikuti pemilihan legislatif.
Dari sisi pendidikan, Kawas menempuh studi di City College of New York sebelum melanjutkan pendidikan pascasarjana di University of Johannesburg, Afrika Selatan. Ia memperoleh gelar master dalam bidang Teologi Pembebasan Islam yang berkaitan dengan pemikiran keagamaan, keadilan sosial, dan perjuangan masyarakat tertindas. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Kawas kembali ke New York pada 2024 dan melanjutkan aktivitas politik serta pengorganisasian komunitas. Latar belakang akademis dan pengalaman lapangannya membentuk pendekatan politik yang menekankan persoalan kesejahteraan masyarakat. Ia kemudian bergabung dengan gerakan politik progresif yang memperjuangkan perubahan kebijakan di tingkat lokal.
Dalam pemilihan 2026, Kawas maju melalui Partai Demokrat dan memperoleh dukungan dari kelompok Democratic Socialists of America. Ia lebih dahulu memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada Juni 2026 dengan mengalahkan Steven Raga, anggota Majelis Negara Bagian New York. Pencalonannya turut mendapatkan dukungan dari sejumlah tokoh politik progresif, termasuk Wali Kota New York Zohran Mamdani, Senator Bernie Sanders, dan anggota Kongres Rashida Tlaib. Dukungan tersebut memperkuat jaringan kampanyenya di tengah persaingan politik yang berlangsung di wilayah Queens. Kemenangan dalam pemilihan umum kemudian memastikan dirinya memperoleh kursi Senat Negara Bagian New York.
Program politik Kawas menitikberatkan pada penyediaan perumahan terjangkau, peningkatan akses layanan kesehatan, transportasi publik, serta perlindungan hak pekerja dan imigran. Ia juga menyuarakan perhatian terhadap perubahan iklim dan penggunaan anggaran publik dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Dalam isu Palestina, Kawas dikenal mendukung perlindungan hak masyarakat Palestina serta mengkritik kebijakan yang menurutnya memperburuk konflik di kawasan tersebut. Pandangan politiknya mendapat dukungan dari sebagian komunitas progresif, tetapi juga menghadapi kritik dari kelompok yang berbeda pandangan. Perdebatan tersebut menjadi bagian dari dinamika politik yang mengiringi pencalonannya hingga pemilihan umum.
Terpilihnya Aber Kawas menjadi tonggak baru bagi keterwakilan warga keturunan Palestina dan perempuan Muslim dalam lembaga legislatif New York. Setelah kemenangan diumumkan, ia menyampaikan pesan singkat melalui media sosial yang menegaskan bahwa para pendukungnya telah mencatatkan sejarah. Meski demikian, pencapaian elektoral tersebut baru menjadi awal dari tanggung jawabnya dalam menjalankan tugas sebagai wakil masyarakat Distrik 12. Kawas akan menghadapi tantangan untuk menerjemahkan janji kampanye menjadi kebijakan yang dapat dibahas dan diperjuangkan melalui Senat Negara Bagian New York. Perjalanan politiknya kini menjadi perhatian sebagai salah satu contoh meningkatnya keterlibatan komunitas imigran dan kelompok minoritas dalam proses demokrasi Amerika Serikat.







