Makassar, 12 September 2026 – Kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di Makassar mulai memberikan dampak terhadap aktivitas pendidikan, dengan sejumlah sekolah memilih mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring. Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi kendala mobilitas yang dialami siswa, guru, maupun tenaga kependidikan ketika pasokan BBM sulit diperoleh. Antrean kendaraan di sejumlah tempat pengisian bahan bakar membuat perjalanan masyarakat membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Sekolah mempertimbangkan bahwa memaksakan pembelajaran tatap muka dapat membuat banyak siswa dan guru terlambat atau bahkan kesulitan mencapai sekolah. Pembelajaran daring kemudian menjadi alternatif sementara agar proses pendidikan tetap berlangsung tanpa menambah beban perjalanan masyarakat. Penyesuaian tersebut menunjukkan bahwa gangguan distribusi energi dapat memberikan dampak langsung terhadap sektor lain yang sangat bergantung pada kelancaran transportasi.
Peralihan menuju pembelajaran daring dilakukan sebagai langkah adaptasi terhadap kondisi yang berkembang di lapangan. Sekolah perlu memastikan kegiatan belajar tetap berjalan meskipun siswa tidak hadir secara fisik di ruang kelas. Guru dapat menggunakan berbagai platform komunikasi dan pembelajaran yang selama ini telah dikenal untuk menyampaikan materi maupun tugas. Pengalaman menjalankan pendidikan jarak jauh pada periode sebelumnya membuat sebagian sekolah telah mempunyai infrastruktur dasar untuk melakukan penyesuaian dengan relatif cepat. Meski demikian, kesiapan setiap sekolah dan keluarga tidak selalu sama karena akses perangkat serta jaringan internet masih berbeda. Sekolah perlu mempertimbangkan kondisi tersebut ketika menentukan metode pembelajaran yang digunakan. Fleksibilitas menjadi penting agar kebijakan sementara tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi siswa.
Kesulitan memperoleh BBM dapat memberikan dampak cukup besar terhadap mobilitas masyarakat Makassar karena kendaraan bermotor masih menjadi salah satu moda utama untuk aktivitas sehari-hari. Banyak siswa diantar menggunakan sepeda motor atau mobil, sementara guru dan tenaga kependidikan juga membutuhkan kendaraan untuk mencapai tempat kerja. Transportasi umum dan layanan perjalanan lainnya turut bergantung pada ketersediaan bahan bakar. Ketika pasokan terganggu, dampaknya dapat menyebar dengan cepat kepada berbagai aktivitas masyarakat. Antrean panjang juga membuat sebagian pengendara harus mengalokasikan waktu tambahan hanya untuk memperoleh bahan bakar. Situasi tersebut dapat mengurangi kepastian waktu perjalanan menuju sekolah. Karena itu, pembelajaran daring dipandang sebagai salah satu cara mengurangi kebutuhan mobilitas selama kondisi belum kembali normal.
Pihak sekolah perlu berkomunikasi dengan orang tua sebelum melakukan perubahan sistem pembelajaran agar tidak terjadi kebingungan. Informasi mengenai jadwal, metode belajar, pengumpulan tugas, dan durasi penerapan sistem daring harus disampaikan secara jelas. Orang tua juga membutuhkan kepastian apakah kebijakan hanya berlaku untuk satu atau beberapa hari atau akan diperpanjang berdasarkan perkembangan pasokan BBM. Perubahan mendadak dapat memengaruhi pengaturan aktivitas keluarga, terutama bagi orang tua yang tetap harus bekerja di luar rumah. Siswa pada jenjang pendidikan lebih rendah juga mungkin membutuhkan pendampingan ketika mengikuti pembelajaran secara daring. Karena itu, keputusan sekolah perlu mempertimbangkan kondisi keluarga selain persoalan transportasi. Komunikasi yang konsisten dapat membantu proses transisi berlangsung lebih tertib.
Pemerintah daerah perlu memantau perkembangan tersebut karena gangguan pasokan BBM yang mulai memengaruhi pendidikan menunjukkan dampak yang semakin luas terhadap kegiatan masyarakat. Koordinasi dengan pihak terkait diperlukan untuk mengetahui kondisi stok, distribusi, dan penyebab sulitnya masyarakat mendapatkan bahan bakar. Informasi mengenai ketersediaan BBM juga perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan akibat kekhawatiran kehabisan pasokan. Pembelian yang meningkat secara mendadak dapat memperpanjang antrean dan memperbesar tekanan terhadap stok di SPBU tertentu. Distribusi perlu diarahkan menuju titik yang mengalami kebutuhan tinggi agar ketimpangan pasokan dapat dikurangi. Pemulihan pasokan secara bertahap akan menjadi faktor penting agar kegiatan masyarakat kembali berjalan normal. Sektor pendidikan dapat kembali menyesuaikan kegiatan setelah mobilitas dinilai lebih memungkinkan.
Dampak kelangkaan BBM juga berpotensi dirasakan oleh tenaga pendidik yang tinggal cukup jauh dari sekolah. Perjalanan harian membutuhkan bahan bakar dalam jumlah tertentu sehingga ketidakpastian pasokan dapat membuat guru kesulitan menentukan apakah kendaraan dapat digunakan untuk beberapa hari berikutnya. Sebagian orang mungkin memilih mengurangi perjalanan yang tidak mendesak untuk menghemat persediaan. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan ketika sekolah memutuskan mengalihkan kegiatan secara daring. Namun, guru tetap membutuhkan dukungan agar proses pembelajaran jarak jauh dapat berjalan efektif. Materi perlu disesuaikan sehingga siswa tidak hanya menerima tugas dalam jumlah besar tanpa penjelasan yang memadai. Interaksi antara guru dan siswa harus tetap dipertahankan meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah.
Siswa yang memiliki keterbatasan akses internet menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian selama penerapan pembelajaran daring. Tidak seluruh keluarga mempunyai jaringan stabil atau perangkat yang dapat digunakan setiap saat. Apabila beberapa anak dalam satu keluarga membutuhkan perangkat secara bersamaan, proses belajar dapat menjadi lebih sulit. Sekolah dapat memberikan fleksibilitas dalam pengumpulan tugas maupun menyediakan materi yang dapat dipelajari tanpa harus selalu mengikuti pertemuan video. Pendekatan tersebut membantu memastikan siswa tidak dirugikan akibat kondisi di luar kendali mereka. Guru juga dapat menyesuaikan beban belajar dengan mempertimbangkan bahwa perubahan sistem terjadi akibat situasi darurat. Tujuan utama tetap menjaga keberlanjutan pendidikan tanpa memberikan tekanan tambahan kepada siswa dan keluarga.
Gangguan ketersediaan BBM juga dapat memengaruhi kegiatan ekonomi di sekitar lingkungan sekolah. Pedagang makanan, penyedia transportasi, usaha fotokopi, serta berbagai usaha kecil biasanya bergantung pada aktivitas siswa dan guru. Ketika pembelajaran dipindahkan ke rumah, jumlah konsumen di sekitar sekolah dapat menurun untuk sementara waktu. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas pendidikan mempunyai hubungan ekonomi dengan masyarakat di sekitarnya. Semakin lama pembelajaran daring berlangsung, semakin besar kemungkinan dampaknya dirasakan pelaku usaha kecil. Karena itu, normalisasi distribusi BBM menjadi penting tidak hanya untuk sektor transportasi, tetapi juga untuk menjaga berbagai aktivitas ekonomi. Kelancaran pasokan energi mempunyai efek yang luas terhadap kehidupan perkotaan.
Masyarakat diharapkan menggunakan BBM sesuai kebutuhan selama pasokan belum sepenuhnya normal. Pembelian berlebihan dapat meningkatkan tekanan terhadap distribusi dan membuat konsumen lain semakin sulit mendapatkan bahan bakar. Informasi mengenai stok sebaiknya diperoleh melalui keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan bukan berdasarkan kabar yang belum terverifikasi. Pengendara juga perlu menjaga ketertiban ketika mengantre di SPBU agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Apabila terdapat pembatasan atau pengaturan pembelian, masyarakat perlu mengikuti ketentuan yang diberlakukan petugas. Pemerintah dan operator distribusi pada saat yang sama perlu memastikan pasokan diarahkan sesuai kebutuhan aktual setiap wilayah. Pemulihan kondisi membutuhkan kerja sama antara pengelola distribusi dan masyarakat sebagai konsumen.
Keputusan sejumlah sekolah di Makassar beralih ke pembelajaran daring pada akhirnya menunjukkan besarnya dampak kesulitan memperoleh BBM terhadap kegiatan sehari-hari masyarakat. Penyesuaian dilakukan agar siswa dan guru tidak harus menghadapi persoalan transportasi sekaligus memastikan kegiatan pendidikan tetap berlangsung. Sekolah perlu menjaga fleksibilitas dan memperhatikan siswa yang memiliki keterbatasan perangkat maupun jaringan internet. Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga perlu mempercepat normalisasi distribusi agar dampaknya tidak semakin meluas ke sektor pendidikan dan perekonomian. Informasi yang jelas mengenai kondisi pasokan dapat membantu mencegah kepanikan serta pembelian berlebihan. Setelah distribusi BBM kembali stabil dan mobilitas masyarakat membaik, kegiatan pembelajaran tatap muka diharapkan dapat kembali berlangsung secara normal.





